0812-8451-5650 | 0812-1082-1984 wajahbumikaritas@yahoo.com

Kesetiaan Tuhan Yesus dalam Membangun Masa Depan Generasi Muda

“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” – Yohanes 14:21

Bersyukur adalah dasar dari setiap langkah yang kami ambil di Yayasan Wajah Bumi Karitas.

Segala sesuatu yang kami bangun bukan karena kekuatan kami, melainkan karena kemurahan Tuhan Yesus yang tak pernah berkesudahan.

Hari ini, dengan hati penuh syukur, kami menuliskan kesaksian akan kebaikan-Nya yang telah menjadikan impian sederhana ini menjadi nyata: Pembangunan Ruang Rapat English Conversation Club dan Rumah Tinggal bagi mahasiswa yang sangat membutuhkan.

Sebuah Impian dan Doa

Semua berawal dari satu kerinduan: bagaimana kami, sebagai Yayasan Wajah Bumi Karitas, bisa lebih bermakna bagi generasi muda?

Kami melihat kebutuhan yang sangat nyata—anak-anak muda yang ingin belajar, tetapi terbentur keterbatasan fasilitas, biaya, dan tempat tinggal.

Mahasiswa-mahasiswa yang datang dari gereja-gereja seperti GMIT, GMIM, dan GPIB, membawa semangat dan harapan besar dari keluarga mereka di daerah.

Namun tidak semua memiliki kemampuan untuk membiayai tempat tinggal layak selama masa studi mereka.

Di saat yang sama, muncul juga kebutuhan akan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris.

Kami percaya bahwa penguasaan Bahasa Inggris bukan sekadar nilai akademik, tetapi adalah alat untuk membuka pintu masa depan.

Maka lahirlah ide untuk membangun English Conversation Club yang bisa menjadi tempat mahasiswa belajar dan berlatih bersama—bukan hanya sebagai pelajaran, tetapi sebagai komunitas yang saling menguatkan.

 

Dukungan Tanpa Pamrih dari Keluarga Tahitu-Hengkesa

Tuhan tidak pernah lalai menjawab doa anak-anak-Nya.

Dalam perenungan dan pertemuan pelayanan, keluarga Tahitu-Hengkesa—Bapak Wellem Tahitu dan Ibu Pendeta Sarah Tahitu—mengatakan dengan bulat dan iman, “Kami sepakat untuk mengerjakan bangunan rumah dan ruang meeting ini untuk pelayanan Yayasan Wajah Bumi Karitas. Kami mau taat.”

Kata-kata sederhana itu menjadi dasar dari gerakan yang besar.

Keluarga ini, yang telah lama melayani dan mempersembahkan hidup mereka bagi Tuhan, sekali lagi mempersembahkan apa yang mereka punya untuk Pekerjaan Tuhan.

Tanpa menunggu dukungan dari pihak lain, mereka mendedikasikan dana sebesar Rp185.000.000 untuk seluruh renovasi, pembelian furniture, peralatan, serta pembangunan ruang rapat.

Kata mereka, “Kami dengan suka cita belajar memberi bagi pekerjaan Tuhan. Dan Tuhan menyangupkan kami.” Kalimat ini tidak hanya menyentuh hati kami, tetapi menjadi teladan iman bagi semua Pengurus dan Relawan Yayasan.

Ruang Rapat dan Rumah yang Penuh Kehangatan

 

Kini, ruang rapat untuk English Conversation Club telah berdiri.

Didesain sederhana namun hangat, ruang ini bisa menampung hingga 20 peserta dengan nyaman.

Dilengkapi meja diskusi dan modul pelatihan, ruangan ini menjadi pusat interaksi yang sehat antara mahasiswa dan pengajar.

Salah satu dosen Bahasa Inggris dari Universitas menjadi tenaga pengajar, mengajarkan dengan dedikasi yang luar biasa.

Program English Conversation Club ini dijadwalkan dua kali seminggu.

Modul dan kurikulum yang dipakai telah disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan peserta.

Sampai saat ini, sudah ada 15 peserta yang mendaftar, dan angka ini terus bertambah. Peserta datang dari berbagai latar belakang dan tingkat mahasiswa, dari semester awal hingga menjelang lulus.

Tidak hanya ruangan yang kami bangun.

Rumah tinggal yang dibangun dengan penuh kasih ini telah dihuni oleh empat mahasiswa dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Mereka datang dari keluarga yang sangat terbatas secara ekonomi, namun memiliki semangat belajar yang luar biasa.

Bagi mereka, rumah ini bukan sekadar tempat tinggal.

Ini adalah rumah yang membawa rasa aman, nyaman, dan suasana kekeluargaan.

Setiap pagi dimulai dengan doa bersama, dan setiap malam ditutup dengan refleksi syukur.

Di sinilah mereka belajar hidup dalam komunitas, saling mendukung, dan semakin mengasihi Tuhan.

Sebuah Pelayanan yang Berdampak Jangka Panjang

 

Kami percaya bahwa pelayanan ini tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini.

Apa yang telah dibangun oleh keluarga Tahitu-Hengkesa dan seluruh pengurus yayasan adalah investasi kekal.

Mahasiswa yang tinggal dan belajar di sini kelak akan menjadi terang di tempat mereka masing-masing.

Mereka akan menjadi pemimpin, guru, pelayan Gereja, dan profesional yang membawa nilai Kristus dalam pekerjaan mereka.

Apakah kami layak menerima semua ini? Tidak.

Tapi anugerah Tuhan Yesus tidak pernah berdasar pada kelayakan, melainkan pada kasih-Nya yang besar.

Ucapan Syukur Tanpa Akhir

 

 

Kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga:

  • Kepada Tuhan Yesus Kristus, Sang Gembala Agung, yang tidak pernah membiarkan kami berjalan sendirian. Semua ini karena kemurahan dan penyertaan-Nya.
  • Kepada keluarga Tahitu-Hengkesa, yang memberikan lebih dari sekadar materi—mereka memberikan hati, waktu, dan hidup mereka untuk pelayanan ini.
  • Kepada para mahasiswa, yang dengan rendah hati menerima kasih karunia ini dan berkomitmen untuk menjadi pribadi yang bertumbuh.
  • Kepada semua pengurus, relawan, dan pengajar, yang terus memberikan tenaga dan cinta kasih dalam menjalankan setiap aktivitas di rumah dan English Conversation Club.

Kami sadar, perjalanan ini masih panjang. Tapi hari ini, kami berhenti sejenak, melipat tangan, dan menaikkan syukur kami dengan air mata haru:

“Tuhan, Engkau sungguh baik. Dalam setiap detak kerja kami, Engkau menyertai. Dalam setiap niat memberi, Engkau cukupkan. Dalam setiap langkah iman, Engkau buka jalan. Kami bersyukur. Terima kasih Tuhan Yesus.”

 

Segala Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan Yesus

Akhir kata, kami hanya bisa bersyukur dan bersyukur.

Jika ada sesuatu yang baik yang terjadi, semuanya hanya karena kasih dan kemurahan Tuhan Yesus.

Dia yang telah memanggil, Dia pula yang akan menyempurnakan.

Kami hanya alat-Nya—dan kami akan terus setia mengerjakan bagian kami, sekecil apa pun itu.

Kami mempersembahkan seluruh hasil pembangunan ini untuk kemuliaan nama Tuhan.

Biarlah setiap dinding, setiap jendela, setiap kursi, dan setiap suara anak-anak yang belajar di dalamnya menjadi pujian bagi kemuliaan Allah.

Terima kasih, Tuhan Yesus.

Engkau sungguh baik.

Engkau setia.

Dan kami akan terus mengikuti-Mu, melayani-Mu, dan mengasihi-Mu—sampai akhir hidup kami.

Soli Deo Gloria.

Hormat kami dalam kasih Kristus,

Keluarga Tahitu-Hengkesa

(Bapak Wellem Tahitu & Ibu Pendeta Sarah Tahitu)
Pendiri Yayasan Wajah Bumi Karitas

Dokumentasi Pembangunan English Club